Dunia Bagai Daun Kelor
Dunia bagai daun kelor? Mungkin judul ini
tidak tepat untuk cerita ini. Mungkin karena hanya terpaku pada satu hal yang
terjadi. Kuy baca aja hehe.. daripada stalkingin
mantan atau gebetan mulu mending baca aja deeh yaa wkwk.
KKN. Kuliah Kerja Nyata. Bagi yang pernah
merasakan pendidikan jenjang perguruan tinggi mungkin merasakan bagaimana
“kerasnya ego” orang lain yang kadang bisa membuat hati merasa kecewa (lhoo..
kenapa gue malah curhat? Wkwk). Cerita ini bermula dari “curhatan” setelah
melaksanakan KKN.
Ada sebuah geng (hah?) di suatu kelas sebuah
jurusan I. Sebut saja geng mereka dengan nama GRR (baca: ger) yang terdiri dari
G Re Ri. Mereka adalah geng yang sukanya nonton di sebuah aplikasi dengan kartu
perdana tertentu yang promosinya melimpah. G adalah orang yang suka korea
sampai temannya menyebut dirinya dengan korea
holic. G ini namanya kayak cewek (katanya. Eh tapi iya ding kalo kalian
denger juga pasti nyangkanya dia cewek hehe). Kocak juga orangnya (hasil
wawancara sama temennya wkwk). Anggota kedua dari geng GRR bernama Re. Dia juga
seorang KPOP dan suka main playstation.
Kalo kenalan sama dia, minta dipanggil Siwon (hmm hmm). Anggota ketiga bernama Ri. Dia bisa dipanggil
oppa sama kita (tau sendiri kan kalo line-nya
lumayan jauh sama kita bisa kita panggil
gitu. Peace!!). Pertama kali
seseorang mendengar lagu korea di posko KKN dari ponsel seseorang, ia kira itu
hanya halusinasinya saja sebab satu posko masih belum terlihat dari sikapnya
masing-masing. Ternyata itu milik dirinya dari bukti setelah beberapa hari
berikutnya. wajah mereka tidak terlihat menyukai hal-hal yang berbau korea.
Suatu hari, disebuah tempat yang paling sering
dikunjungi saat-saat tertentu saja (baca: ayo mikir wkwk). Sebuah perkumpulan
orang-orang yang sedang membahas hal
sederhana namun menjadi rumit karena perbedaan pendapat. Seperti biasa pada
sebuah perkumpulan siapa yang datang paling akhir ia akan mendapat candaan
bahwa ia baru datang. Ri datang bersama G. Kemudian duduk bergabung dengan lainnya.
“Ri,
dia temanmu?”.
“Iya”.
“Dia
dari jurusan mana?”.
“Jurusan
I”.
“Oh..
dia satu kelas denganmu?”.
“Iya”.
30
menit berlalu. Pembahasan disebuah perkumpulan orang-orang itu semakin membuat
kepala mendidih karena “kerumitan” yang dibuat mereka sendiri ditambah cuaca
yang dapat membakar kertas.
“Seperti tidak asing dengan nama ini. Tapi
siapa ya?”. Ia bertanya pada dirinya sendiri sambil menggali ingatannya.
Seseorang yang tidak sengaja membaca di layar ponsel milik G.
“Kamu
bareng sama U?”. Tanya An ragu.
“Iya.
Kenal?”.
“Iya”.
“Satu
jurusan kah?”.
“Iya”.
“Ooooh...”.
Kemudian G sibuk dengan ponselnya.
An bertanya pada U bahwa ia bertemu dengan
temannya saat KKN karena penasaran namanya yang dari awal datang tidak
memperkenalkan dirinya. Tidak disangka ternyata G ini sudah terlebih dahulu
menghubungi U. Dia berkata pada U bahwa G bertemu teman U. (kenapa ini jadi
kaya novel yee bahasanya huhu). Yuk lanjuuut. Wajar aja si misalkan kita ketemu
sama temennya temen kita pasti kita chatting dia kaaan bahwa tadi kita ketemu
hehe. Nah, An itu penasaran jadi coba tanya sama U dan ternyata G juga tanya
sama U. An kalah cepat sama G. Bisa balapan gitu karena penasaran wkwk.
Ada perkumpulan beberapa orang yang terdiri dari U, Al, dan An (apakah ini
sebuah geng lagi? Hmm terserah deh yaa.. sebut aja mereka UAA (baca: uwa)). :D
U, Al, dan An ini saling bercerita temannya selama KKN (baca: bukan gosip). Dari
sekian banyak orang ada satu orang dari masing-masing kelompok yang menarik
perhatian mereka. Dari hasil cerita yang dirasakan mereka, U, Al, dan An ditempatkan di tempat yang
berbeda selama KKN berkata bahwa teman yang mereka ceritakan memiliki satu
kesamaan yaitu “mungkin suka korea”. Mereka berpendapat bahwa mereka (G, Re,
dan Ri) adalah satu geng. Dan kenyataannya mereka adalah satu geng yang satu jurusan dimana mereka suka korea dan
suka merekomendasikan aplikasi nonton sampe bosen. Bahkan UAA yang hanya
sekedar tahu tentang korea jadi merasa teracuni :D
Unik aja gitu. Kebetulan.. bukan. Ini Takdir Allah
:-))) mereka (GRR) yang biasa bersama-sama saat di kampus satu jurusan saling kenal dengan mereka (UAA)
yang satu jurusan juga. Kadang berpikir, kenapa tidak yang dua bertemu dengan
yang satu atau ketiganya hanya bertemu dengan yang dua. Semua itu memiliki
tujuan masing-masing. Apa tujuannya? Hanya mereka yang mengalami yang
mengetahuinya. Sedangkan kita adalah sebagai penonton (apaan lagi ini??
Hadeuuuh drama banget yaa).
Yaa ini adalah sedikit cerita kegabutan. Saat
diceritakan ini adalah sebuah cerita yang kocak tetapi saat sudah di tulis ini
menjadi seperti drama (aku kudu piye?? T_T) .Ini adalah dunia bagai daun kelor.
Tetapi.. jangan menganggap bahwa dunia ini benar-benar selebar daun kelor. Jangan melihat
daun dari arah atas saja, jika kau balik mungkin kau akan mendapati
sesuatu di sana. Telur serangga, hama, atau apapun. Dunia itu luas. Daan... Ada
saat di mana kalian harus memandang dari sudut pandang tidak hanya satu arah
saja.
Owh
ya.. Mianhae.. Jongmal mianhae buat orang-orang yang merasa dirinya aku tulis
di sini. Gomawoyo telah menginspirasiku untuk menulis ini. Gomawoyo.
Komentar